Stop Berusaha Jadi Hebat, Sebelum Jadi Gila!

Kita sedang hidup dalam sebuah lelucon besar.

Saya duduk di depan komputer lebih dari sembilan jam, menatap layar sampai mata kering, perih, dan sesekali mencari celah sekecil apa pun itu hanya untuk sekadar berdiri dan merasa sedikit lebih "hidup". Kita terkadang merasa seperti mesin yang berlari cepat, namun entah bagaimana, kita selalu terlamba terlambat. Kita merasa punya potensi hebat di dalam kepala, namun tidak ada satu pun hal yang benar-benar selesai.

Kita gagal menghitung kapasitas energi diri sendiri dan terus memaksakan diri sampai batas kewarasan hanya perlu sedikit pemicu untuk menyulutnya.

Jika ini terdengar seperti dirimu, berhentilah sejenak. Sebelum kita benar-benar menjadi gila, mari kita bicarakan sedikit kenyataan yang pahit ini.

Masalahnya: Kita Terlalu "Cepat"

Banyak dari kita terjebak dalam delusi produktivitas dalam pekerjaan. Kita merasa cepat karena kita berusaha untuk menyelesaikan banyak pekerjaan secara bersamaan, karena itulah kita membuka dua puluh tab di browser yang isinya saling berkaitan. Namun, kecepatan tanpa arah adalah cara tercepat untuk sampai ke tempat yang salah SAD BUT TRUE!.

Kita terlambat bukan karena kita lamban, tetapi kita terlambat karena didalam pikiran kita terlalu optimis untuk merasa bisa menyelesaikan segalanya dalam hitungan jam, sehingga kita mulai menunda untuk memulainya sampai menit terakhir. Meskipun otak kita memiliki kemampuan luar biasa terkadang kita tidak dapat menilai realitas.

"Hebat" Adalah Penjara

Keinginan untuk menjadi "hebat" seringkali menjadi alasan mengapa kita tidak pernah menyelesaikan apa pun. Kita takut jika kita menyelesaikan sesuatu dan hasilnya ternyata "biasa saja".

Jadi, secara tidak sadar, kita memilih untuk tidak menyelesaikannya. Kita membiarkan ide-ide itu hebat itu tetap tersimpan di awang-awang agar mereka tetap terlihat sempurna dan "hebat" di kepala kita.

Kenyataannya Dunia tidak membayar ide yang hebat. Dunia membayar pekerjaan yang terealisasi dan selesai. Pekerjaan yang buruk tapi selesai jauh lebih berharga daripada mahakarya yang hanya ada di dalam pikiran.

Menjauh dari Layar adalah Bagian dari Pekerjaan

Keinginan untuk beranjak dari tempat duduk bukanlah bentuk kemalasan atau ingin membuang waktu. Itu adalah sinyal darurat bahwa tubuh sedang featigue.

Kita sering mengira bahwa produktivitas berarti tetap diam di ruangan kantor yang ber AC dingin sambil menatap monitor. Padahal, ide-ide terbaik jarang muncul saat kita menatap kursor yang berkedip-kedip. Mereka muncul saat kita mencuci piring, saat kita berjalan kaki, saat berkendara, atau saat kita berhenti mencoba menjadi produktif.

Berhentilah merasa bersalah karena ingin menjauh dari komputer. Justru di saat itulah kita mulai "berhitung" dengan benar tentang apa yang benar-benar penting.

Berhenti Sebelum Menjadi Gila

Hanya ada satu cara untuk keluar dari siklus ini yakni: realistis.

Realistis bukan berarti menurunkan mimpi. Realistis berarti menghitung energi, waktu, dan kapasitas mental dengan jujur. Realistis berarti mengakui bahwa hari ini mungkin kita hanya sanggup menyelesaikan satu hal penting, bukan sepuluh hal setengah jadi.

Masalah terbesar kita bukan kurang disiplin, tapi terlalu sering berbohong pada diri sendiri.

Kita berkata, “Nanti malam saya kerjakan.”
Kita tahu itu bohong.
Kita berkata, “Besok saya fokus.”
Kita tahu itu juga bohong.

Tubuh tahu batasnya. Pikiran sering pura-pura tidak tahu.

Berhenti bukan berarti kalah. Berhenti adalah strategi agar kita bisa kembali dengan kepala yang utuh. Karena karya yang lahir dari kelelahan ekstrem jarang jujur. Ia hanya ingin cepat selesai atau ingin terlihat hebat.

Dan di titik inilah kita perlu memilih
Apakah kita ingin terlihat sibuk, atau ingin benar-benar hidup?
Apakah kita ingin disebut produktif, atau ingin menyelesaikan sesuatu yang nyata?

Tidak semua hari harus heroik.
Tidak semua karya harus mengubah hidup orang lain.
Kadang, cukup selesai. Cukup jujur. Cukup waras.

Berhentilah berusaha menjadi hebat setiap hari.
Karena dunia tidak butuh lebih banyak orang yang terlihat hebat tapi kelelahan sendiri.
Dunia butuh orang yang cukup sadar untuk tahu kapan harus melanjutkan, dan kapan harus berhenti.

Sebelum benar-benar menjadi gila.

Jangan mencoba jadi hebat hari ini. Cobalah untuk jadi "lumayan" saja sudah cukup, tapi selesaikan!.